Arsip

Archive for Agustus, 2011

Variasi Nilai Hambatan Pada Resistor .

Resistor merupakan salah satu komponen yang berfungsi sebagai pembagi / penahan arus di dalam suatu rangkaian elektronika, termasuk juga di dalamnya adalah service TV. Pada kenyataannya pada kebanyakan rangkaian elektronika, komponen resistor ini selalu merupakan komponen yang paling banyak jumlahnya.

resistor karbon Variasi Nilai Hambatan Pada ResistorResistor karbon

Mungkin bagi anda yang sudah biasa memperbaiki Televisi bisa mengira ngira bukan jumlahnya ada berapa. Pada TV ukuran 21″ saja bisa terdapat 100 – 200 komponen resistor.

Baik itu komponen resistor karbon biasa, metal film ataupun komponen SMD yang bentuknya sangat kecil ( biasa digunakan pada PC motherboard ).

konstruksi resistor karbon Variasi Nilai Hambatan Pada ResistorKonstruksi resistor karbon

Sekarang apakah anda pernah menemukan Resistor yang mempunyai nilai 450 Ohm atau 750 Ohm misalnya. Saya yakin jika anda mencari nilai kedua resistor tersebut di pasaran maka anda tidak akan pernah menemukannya. Itu karena Angka angka pada resistor sudah memiliki angka standar.

Secara teori, sebuah resistor dapat memiliki nilai apapun dari serendah mungkin (seperti batang perak padat / mendekati 0 Ohm ) ke hambatan yang tertinggi (seperti udara terbuka).

Dalam prakteknya,kita tidak bisa menemukan menemukan resistor dengan nilai kurang dari sekitar 0,1 Ohm, atau lebih dari sekitar 100 Mega Ohm.

Angka angka Resistor dibuat dalam nilai-nilai standar / baku yang mungkin pada awalnya tampak agak aneh bagi Anda. Angka standar tersebut yaitu 1.0, 1.2, 1.5, 1.8, 2.2, 2.7, 3.3, 3.9, 4.7, 5.6, 6.8, dan 8.2, 9.1

Sehingga bila anda menginginkan nilai resistor 450 Ohm maka anda harus membeli resistor dengan angka yang bisa menjadi faktor pengali angka tersebut, yaitu 1,5. Maka anda hanya tinggal mencari resistor yang mempunyai resistansi 150 Ohm 3X dan dengan pasangan resistor secara seri anda akan mendapatkan angka 450 Ohm.

Oiya anda juga bisa mendapatkan resistansi pada angka standar diatas dengan pangkat 10.Atau dengan kata lain anda juga bisa mendapat nilai resistor 10 Ohm,100 Ohm, 1000 Ohm dan seterusnya.

Begitu juga dengan angka angka standar yang lain. Nilai tersebut biasanya digunakan pada resistor karbon dan memiliki toleransi resistansi sebesar 5%.

Pada dasarnya semua harga resistansi yang anda butuhkan pada suatu rangkaian bisa didapat dari kombinasi angka standar. Tentu saja dibarengi dengan pemasangan yang bervariasi bisa dalam bentuk pasangan resistor seri ataupun paralel.

Selain angka standar diatas sebenarnya ada juga angka lainnya. Apakah anda pernah membuka / memperbaiki AVOmeter milik anda, jika anda memperhatikan resistor yang dipasang di rangkaian AVOmeter tersebut maka nilainya akan terlihat janggal. Ada yang 300 Ohm , 700 Ohm bahkan saya pernah menemukan nilai resistansi 200 Ohm.

Nilai resistansi yang digunakan pada rangkaian seperti itu biasanya adalah resistor jenis Metal Film dan biasanya memiliki toleransi resistansi yang lebih kecil yaitu 1% sehingga lebih presisi. Dan hanya digunakan pada rangkaian tertentu saja. Untuk pada rangkaian televisi sendiri jarang digunakan.

Resistor metal film Variasi Nilai Hambatan Pada Resistor

Resistor Metal Film

konstruksi resistor film Variasi Nilai Hambatan Pada Resistor

Konstruksi Resistor Metal Film

Lalu bagaimana cara kita menghapal nilai resistansi…… ?? Anda tidak perlu menghafal angka-angka ini. Mereka akan menjadi cukup akrab dari waktu ke waktu, saat Anda bekerja dengan listrik dan sirkuit elektronik.

Ok sekian posting kali ini tentang variasi nilai resistor, seperti biasa jika ada yang ingin menambahkan atau menyanggah silahkan tinggalkan komentar anda.

Kategori:doa doa islam

Cara Membaca Nilai Resistor .

Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian. Di artikel ini saya akan menulis tentang bagaimana Cara Membaca Nilai Resistor, barangkali bagi rekan yang dulunya sempat duduk di bangku SMK / STM hal ini tidak begitu masalah bukan…? tapi sayangnya pada kenyataannya banyak sekali lulusan2 SMK saat ini khususnya jurusan Elektro baik itu listrik ataupun Elektronika benar benar buta dalam membaca resistor, seperti yang saya alami sendiri sewaktu lulus pendidikan SMK hanya segelintir siswa saja yang bisa membaca nilai pada badan resistor.

Hal ini tentu saja sangat disayangkan, padahal hampir 90% komponen pada perangkat elektronika adalah resistor, maka mengetahui nilai resistor adalah harus jika anda mau serius dalam bidang teknik khususnya Elektro.

Lanjut ya,…sesuai dengan namanya resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon .Dari hukum Ohms diketahui, resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Satuan resistansi dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol (Omega).

jenis resistor Cara Membaca Nilai Resistor

 

Tipe resistor yang umum adalah berbentuk tabung dengan dua kaki tembaga di kiri dan kanan. Pada badannya terdapat lingkaran membentuk gelang kode warna untuk memudahkan pemakai mengenali besar resistansi tanpa mengukur besarnya dengan Ohmmeter.

Kode warna tersebut adalah standar manufaktur yang dikeluarkan oleh EIA (Electronic Industries Association) seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut. Menurut saya untuk seorang teknisi service mengetahui cara membaca nilai pada resistor adalah wajib.

Langsung saja, berikut adalah tabel warna resistor, lengkap dengan cara pembacaan pada masing masing jumlah gelang warna :

kode warna resistor Cara Membaca Nilai Resistor
Resistansi dibaca dari warna gelang yang paling depan ke arah gelang toleransi berwarna coklat,merah, emas atau perak. Biasanya warna gelang toleransi ini berada pada badan resistor yang paling pojok atau juga dengan lebar yang lebih menonjol, sedangkan warna gelang yang pertama agak sedikit ke dalam.

Dengan demikian pemakai sudah langsung mengetahui berapa toleransi dari resistor tersebut. Kalau anda telah bisa menentukan mana gelang yang pertama selanjutnya adalah membaca nilai resistansinya.

Jumlah gelang yang melingkar pada resistor umumnya sesuai dengan besar toleransinya. Biasanya resistor dengan toleransi 5%, 10% atau 20%memiliki 3 gelang (tidak termasuk gelang toleransi).

Tetapi resistor dengan toleransi 1% atau 2%(toleransi kecil) memiliki 4 gelang (tidak termasuk gelang toleransi).

Gelang pertama dan seterusnya berturut-turut menunjukkan besar nilai satuan, dan gelang terakhir adalah faktor pengalinya. Misalnya resistor dengan gelang kuning, violet, merah dan emas. Gelang berwarna emas adalah gelang toleransi.

Dengan demikian urutan warna gelang resitor ini adalah, gelang pertama berwarna kuning, gelang kedua berwana violet dan gelang ke tiga berwarna merah. Gelang ke empat tentu saja yang berwarna emas dan ini adalah gelang toleransi. Dari tabel-1 diketahui jika gelang toleransi berwarna emas, berarti resitor ini memiliki toleransi 5%. Nilai resistansisnya dihitung sesuai dengan urutan warnanya.

Pertama yang dilakukan adalah menentukan nilai satuan dari resistor ini. Karena resitor ini resistor 5% (yang biasanya memiliki tiga gelang selain gelang toleransi), maka nilai satuannya ditentukan oleh gelang pertama dan gelang kedua.

Masih dari tabel-1 diketahui gelang merah nilainya = 2 dan gelang hijau nilainya = 5. Jadi gelang pertama dan kedua atau kuning dan violet berurutan, nilai satuannya adalah 25.

Gelang ketiga adalah faktor pengali, dan jika warna gelangnya orange berarti faktor pengalinya adalah 1000. Sehingga dengan ini diketahui nilai resistansi resistor tersebut adalah nilai satuan x faktor pengali atau 25 x 1000 = 25K Ohm dan toleransinya adalah 5%. Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan dalam memilih resitor pada suatu rancangan selain besar resistansi adalah besar watt-nya. Karena resistor bekerja dengan dialiri arus listrik, maka akan terjadi disipasi daya berupa panas sebesar W=I2R watt.

Semakin besar ukuran fisik suatu resistor bisa menunjukkan semakin besar kemampuan disipasi daya resistor tersebut. Umumnya di pasar tersedia ukuran 1/8, 1/4, 1, 2, 5, 10 dan 20 watt. Resistor yang memiliki disipasi daya 5, 10 dan 20 watt umumnya berbentuk kubik memanjang persegi empat berwarna putih, namun ada juga yang berbentuk silinder.

Tetapi biasanya untuk resistor ukuran jumbo ini nilai resistansi dicetak langsung dibadannya, misalnya 100 5W yang berarti 100 Ohm 5Watt atau ada juga seperti 1k2 5W 1200 Ohm 5Watt, cukup mudah bukan. Semoga artikel tentang Cara Membaca Nilai Resistor ini bisa bermanfaat.

Kategori:doa doa islam

Cara Membaca nilai Kapasitor .

Membaca Nilai Kapasitor memang tidak sesulit membaca nilai pada resistor, namun Cara Membaca nilai kapasitor juga wajib kita ketahui untuk mengetahui karakteristik dan spesifikasinya bilamana terjadi kerusakan pada rangkaian.

Pada kapasitor yang berukuran besar, nilai kapasitansi umumnya ditulis dengan angka yang jelas. Lengkap dengan nilai tegangan maksimum dan polaritasnya.

Misalnya pada kapasitor elco dengan jelas tertulis kapasitansinya sebesar 22uF/25v.

Kapasitor keramik yang ukuran fisiknya mungil dan kecil biasanya hanya bertuliskan 2 (dua) atau 3 (tiga) angka saja. Jika hanya ada dua angka satuannya adalah pF (pico farads). Sebagai contoh, kapasitor yang bertuliskan dua angka 47, maka kapasitansi kapasitor tersebut adalah 47 pF.

kapasitor keramik1 Cara Membaca nilai KapasitorJika ada 3 digit, angka pertama dan kedua menunjukkan nilai nominal, sedangkan angka ke-3 adalah faktor pengali. Misalnya seperti gambar disamping yaitu menunjukkan 154 berarti angka pertama dan kedua menunjukkan nilai yaitu 15 dan angka ketiga angka 4 yang berarti faktor pengali= 10000, nilai kapasitor keramik tersebut adalah 15×10000=150000 pF=150 nF=0,15uF , berikut adalah tabel pengali nilai kapasitor :

Angka ke-3 Pengali/Multiplier (dua digit pertama memberi Anda nilai di Pico-Farads)
0 1
1 10
2 100
3 1,000
4 10,000
5 100,000
6 not used
7 not used
8 .01
9 .1

Pada beberapa jenis kapasitor ada juga yang menggunakan toleransi yang biasanya menggunakan kode huruf :

Simbol huruf Toleransi
D +/- 0.5 pF
F +/- 1%
G +/- 2%
H +/- 3%
J +/- 5%
K +/- 10%
M +/- 20%
P +100% ,-0%
Z +80%, -20%

Faktor pengali sesuai dengan angka nominalnya, berturut-turut 1 = 10, 2 = 100, 3 = 1.000, 4 = 10.000 dan seterusnya. Misalnya pada kapasitor keramik tertulis 104, maka kapasitansinya adalah 10 x 10.000 = 100.000pF atau = 100nF. Contoh lain misalnya tertulis 222, artinya kapasitansi kapasitor tersebut adalah 22 x 100 = 2200 pF = 2.2 nF.

Selain dari kapasitansi ada beberapa karakteristik penting lainnya yang perlu diperhatikan. Biasanya spesifikasi karakteristik ini disajikan oleh pabrik pembuat didalam datasheet. Berikut ini adalah beberapa spesifikasi penting tersebut.

kode kapasitor Cara Membaca nilai Kapasitor

kapasitas kapasitor Cara Membaca nilai Kapasitor

Tegangan Kerja (working voltage)

Tegangan kerja adalah tegangan maksimum yang diijinkan sehingga kapasitor masih dapat bekerja dengan baik. Para elektro- mania barangkali pernah mengalami kapasitor yang meledak karena kelebihan tegangan. Misalnya kapasitor 10uF 25V, maka tegangan yang bisa diberikan tidak boleh melebihi 25 volt dc. Umumnya kapasitor-kapasitor polar bekerja pada tegangan DC dan kapasitor non-polar bekerja pada tegangan AC.

Temperatur Kerja Kapasitor

Nilai yang ditunjukkan pada baan kapasitor masih memenuhi spesifikasinya jika bekerja pada suhu yang sesuai. Pabrikan pembuat kapasitor umumnya membuat kapasitor yang mengacu pada standar popular. Ada 4 standar popular yang biasanya tertera di badan kapasitor seperti C0G (ultra stable), X7R (stable) serta Z5U dan Y5V (general purpose).

Pada sebagian besar rangkaian TV biasanya jika terjadi kerusakan terhadap satu nilai di kapasitor maka kapasitor tersebut bisa diganti ke nilai yang lebih besar atau paling tidak mendekati nilai asli, namun tidak semua kapasitor bisa diganti dengan pengganti yang berbeda nilai, biasanya di bagian osilator. Seperti misalnya kapasitor pada Osilator Power Supply yang biasanya mempunyai nilai 22-47uF hendaknya diganti dengan nilai persis dengan yang asli, karena nilai tersebut tentu saja berpengaruh terhadap tegangan output yang dihasilkan ( berpengaruh pada kerja osilator supply). Demikian artikel tentang Cara Membaca nilai kapasitor. Semoga Bermanfaat, Lihat juga cara kerja kapasitor di artikel Cara Kerja Kapasitor

Kategori:doa doa islam