Arsip

Archive for Juli, 2011

Cara membagi bandwidth client warnet tanpa software

sebenernya cara ini adalah cara yang digunakan untuk mempercepat kecepatan ineternet kita pada windows XP.

Inti nya adalah windows XP tersetting secara default akan mengambil 20% dari kecepatan akses internet kita yang 100%.

Sebenar nya, ada beberapa software juga yang dapat kita gunakan untuk membatasi pemakaian bandwidth pada tiap komputer client, tapi cara ini belum dapat menjamin 100% bandwidth komputer client di warnet terbagi secara adil.

Nah, cara yang akan saya gunakan adalah dengan cara mensetting % penggunaan bandwidth client yang di setting melalui windows itu sendiri.

Cara nya adalah sebagai berikut:

1. Klik start ==> run

2. Lalu ketik gpedit.msc, Kemudian setelah itu keluar kotak “Group Policy”

3. Di “ Computer Configuration “, Pilih “Administrative Templates“

4. Lalu pilih “ Network “

5. Klik pada “QoS Packet Scheduler “

6. Setelah itu Pilih Pada “ Limit reservable Bandwidth “

7. Pilih dari “ Not Configured “ menjadi “ Enable “

8. Setelah itu Pada tabel bawah pada tulisan “ Bandwidth Limit % “ Ubah Dari “20” Menjadi “80 atau 20”, Lalu “Apply” , “ OK “. setting ini tergantung dari jumlah komputer, jika kita mau setting setiap komputer dapet bandwith 10% maka kita tinggal masukan angka 90%, bila setiap komputer ingin kita set dapat 20% maka tinggal kita masukan angka 80%.

semoga membantu.

Iklan
Kategori:doa doa islam

Hukum Ohm

States that “the voltage across the various types of materials are proportionate with the straight flow of the stream.” Mathematically expressed by:
Hukum Ohm

Ohm’s law formula can be derived as follows:
Hukum Ohm

V is the voltage (in volt), I is the current that flows (in ampere) and R is resistansi or obstacles (in ohm, Ω) which is 1 ohm value is equal to 1 volt / ampere.
Resistansi is a measure of how large flow by preventing elements. Reverse of resistansi (1 / Ω, S) is called with konduktansi (G). Konduktansi is a measure of how good flowing currents akan allowed in the series. The mathematical relationship between resistansi and konduktansi stated with
Hukum Ohm
Example 1
Determine the current that flows in the series when a 12 volt battery is connected with a resistor of 2 Ω!
Answer:
Hukum Ohm
Example 2
Specify resistansi of 44 fluorescent light wall W, which when connected with the voltage of 220 V will then flow currents of 200 mA!
Answer:
Hukum Ohm

Kategori:doa doa islam

Hukum Kirchoff Arus

States that “all the algebraic number of the flow enters a knot / point in the series is a zero” or “the amount of flow that enters the knot in a series with the same amount of flow that is out of the knot.”
Expressed mathematically with
Hukum Kirchoff Arus

As an illustration shown in the picture below:
Hukum Kirchoff Arus

So based on the law applicable kirchof flow:
Hukum Kirchoff Arus

-Hukum Kirchoff Tegangan

States that “the amount of voltage that all algebraic corral a road closed (loop) in a series of electricity is zero.” Mathematically expressed by:
Hukum Kirchoff Tegangan

As an illustration shown in the picture below:
Hukum Kirchoff Tegangan

So based on the law applicable kirchoff voltage:
Hukum Kirchoff Tegangan

-Example Kirchoff Tegangan

Determine the voltage of the unknown in the following series!
Hukum Kirchoff Tegangan

Answer:
By applying Kirchoff voltage law is

Hukum Kirchoff Tegangan

-Example Kirchoff Arus

Determine the flow of the unknown from the image below!
Hukum Kirchoff Arus

Answer:
By applying the law kirchoff flow on a point, it will be valid
Hukum Kirchoff Arus

By applying the law kirchoff flow at the point b, it will be valid
Hukum Kirchoff Arus

By applying the law kirchoff flow at the point c, it will be valid
Hukum Kirchoff Arus

Kategori:doa doa islam

Rangkaian 11-90 hz Subwoofer Filter Using TL072 Op-Amp

The subwoofer filter circuit allows the addition of subwoofers to an existing full-range system, offering adjustable low-pass filtering with optional R6 and R8 boost and mono-summing.
Rangkaian 11-90 hz  Subwoofer Filter Skema Rangkaian 11-90 hz Subwoofer Filter
Using TL072 Op-Amp

TL072 Op-Amp

 

The Subwoofer filter circuit to remove for separate pre amplifier to drive the low frequency sound a lot. In tone, call tone, normal Can not be done … is a fine deep low bass sounds like a bass drum, or at a movie complex in a low voice if we can be heard with But to add cabinets and amps. The subwoofer circuit is pass low frequency with in 11-90 Hz. Switching power supply 12V cut out if they need to use +-15V. I had change the Capacitor to cut out vocals per the red circle mark.
Kategori:doa doa islam

Bass-Midle-Treble (3 line) Crossover Aktif

This is a simple treble-midle-bass (3-way) crossover Circuit, intended for triamping Hi-Fi systems. This is a conventional 12dB / Octave unit, and cannot be expected to have the same performance as a Linkwitz-Riley aligned filter network. It will still be a vast improvement over nearly any passive crossover, and is ideal for beginners or those who want to experiment further with multi-amping, but without the complexity of a major project. The retuning (to (sub)-Bessel / Linkwitz-Riley alignment) is recommended, as the performance will be more in line with modern standards – see information below.

Rangkain Bass-Midle-Treble (3 line) Crossover AktifSkema Rangkain Bass-Midle-Treble (3 line) Crossover Aktif

Low-mid range: Low pass filter, fh = 300 Hz.
fh = 1 / (2 * π * R1 * C1), assuming R1 = R2 & C1 = C2 = 10nF. This yields R1 = R2 = 53K (used 56K).

Mid range: Low pass filter, fh = 3000 Hz, followed by a high pass filter fl = 300 Hz.
Assuming R1 = R2, R3 = R4, C1 = C2 = C3 = C4 = 10nF.

For the low pass, fh = 1 / (2 * PI * R1 * C1), yields R1 = R2 = 5.3K (used 5.6K).
For the high pass, fl = 1 / (2 * PI * R3 * C3), yields R3 = R4 = 53K (used 56K).

Mid-high range: High pass filter, fl = 3000 Hz.
fl = 1 / (2 * PI * R3 * C3), assuming R3 = R4 & C3 = C4 = 10nF. This yields, R3 = R4 = 5.3K (used 5.6K).

In the above schematic are shown the low-mid range, mid range mid-high range filters. The x’over frequencies chosen are 300Hz and 3000Hz. Thus the low-mid range filter has a cut-off frequency of 300 Hz, the mid range has a lower cut-off at300 Hz and an upper cut-off at 3000Hz, and the mid-high range has a cut-off frequency of 3000 Hz. Please see references (2) for the x’over frequencies.

Kategori:doa doa islam

Amalan Nisfu Syaban

1. Amal Hamba Diangkat ke Langit

Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Sya’ban merupakan bulan di mana amal shalih setiap hamba akan diangkat ke langit.

Salah satu dasarnya adalah sabda Rasulullah SAW berkut ini:

Dari Usamah bin Zaid berkata, saya bertanya, “Wahai Rasulullah saw, saya tidak melihat engkau puasa di suatu bulan lebih banyak melebihi bulan Sya’ban.” Rasul saw bersabda, “Bulan tersebut banyak dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan diangkat amal-amal kepada Rabb alam semesta, maka saya suka amal saya diangkat sedang saya dalam kondisi puasa.” (HR Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’i dan Ibnu Huzaimah)

2. Starting Point Persiapan Ramadhan

Di samping itu bulan sya’ban yang letaknya persis sebelum Ramadhan seolah menjadi starting point untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan. Sehingga isyaratnya adalah kita perlu menyiapkan bekal ibadah untuk menyambut bulan Ramadhan.

Dalam hal mempersiapkan hati atau sisi ruhiyah, Rasulullah saw. mencontohkan kepada umatnya dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, sebagaimana yang diriwayatkan ‘Aisyah ra. berkata:

Saya tidak melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya’ban. (HR Muslim).

Mengkritisi Kekuatan Riwayat Amaliah Nisfu Sya’ban

Sedangkan khusus tentang keutamaan malam pertengahan bulan, atau lebih dikenal dengan istilah nisfu sya’ban, memang ada dalil yang mendasarinya. Namun para ulama berbeda pendapat tentang kekuatan derajat periwayatannya.

Sebagian kalangan menggunakan dalil-dalil lemah itu dengan alasan bahwa bila suatu hadits tidak terlalu parah kelemahannya, masih boleh digunakan landasan ibadah yang bersifat keutamaan. Sebagian lain agak ketat dalam menyeleksi dalil-dalil yang dianggap dhaif, sehingga semuanya dibuang begitu saja.

Di antara dalil-dalil yang dianggap lemah itu misalnya hadits berikut ini:

Sesungguhnya Allah SWT bertajalli (menampakkan diri) pada malam nisfu Sya’ban kepada hamba-hamba-Nya serta mengabulkan doa mreka, kecuali sebagian ahli maksiat.

Memang kalau kita mau jujur dengan hasil penelitian para muhaddtis, riwayat hadits ini tidak mencapai derajat shahih. Ada sebagian kalangan yang menghasankan, tetapi tidak sedikit juga yang secara tegas mendhaifkannya.

Al-Qadhi Abu Bakar Ibnul Arabi mengatakan bahwa tidak ada satu hadits shahih pun mengenai keutamaan malam nisfu sya’ban.

Begitu juga Ibnu Katsir telah mendha’ifkan hadits yang menerangkan tentang bahwa pada malam nisfu sya’ban itu, ajal manusia ditentukan dari bulan pada tahun itu hingga bulan Sya’ban tahun depan.

Sedangkan amaliyah yang dilakukan secara khusus pada malam nisfu Sya’ban itu, sebagaimana yang sering dikerjakan oleh sebagian umat Islam dengan serangkaian ritual, kami tidak mendapatkan satu petunjuk pun yang memiliki dasar yang kuat.

Sebagaimana kita tahu, sebagian dari umat ini banyak yang mengkhususkan malam itu untuk membaca surat Yasin, atau melakukan shalat sunnah dua raka’at dengan niat minta dipanjangkan umur, atau niat agar menjadi kaya dan seterusnya. Memang praktek seperti ini ada di banyak negeri, bukan hanya di Indonesia, tetapi di Mesir, Yaman dan negeri lainnya.

Bahkan mereka pun sering membaca lafaz doa khusus yang -entah bagaimana- telah tersebar di banyak negeri meski sama sekali bukan berasal dari hadits Rasulullah SAW.

Kritik terhadap Lafaz Doa Malam Nisfu Sya’ban

Sering kita dapati bahwa sebagian umat Islam memanjatkan doa khusus pada malam nisfu sya’ban. Di dalam doa itu mereka meminta agar Allah SWT menghapuskan taqdir yang buruk yang telah tertulis di lauhil mahfuz. Seperti doa berikut ini:

Ya Allah, jika engkau mencatat aku di sisi-Mu dalam ummul kitab, sebagai orang yang celaka (sengsara), terhalang, terusir, atau sempit rizkiku, maka hapuskanlah Ya Allah dengan dengan karunia-Mu atas kesengsaraanku, keterhalanganku, keterusiranku dan kesempitan rizkiku. Dan tetapkanlah aku disisimu di dalam ummil kitab sebagai orang yang bahagia, diberi rizki, dan diberi pertolongan kepada kebaikan seluruhnya. Karean sesungguhnya Engkau telah berfirman dan firman-Mu adalah benar, di dalam kitab-Mu yang Engkau turunkan melalui lisan nabi-Mu yang Engkau utus: Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan, dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (lauhil Mahfuz).

Hal itu karena mereka berhujah bahwa Allah SWT dengan kehendak-Nya bisa menghapus apa-apa yang pernah ditulisnya di lauhil mahfuz dan menggantinya dengan taqdir yang lain. Dasarnya adalah firman Allah SWT:

Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan, dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (lauhil Mahfuz). (QS Ar-Ra’d: 39).

Oleh sebagian ulama, lafaz doa seperti itu dianggap bertentangan, karena apa-apa yang sudah tertulis di lauil mahfuz tidak mungkin dihapus. Karena ada sabda Rasulullah SAW:

Dari Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Allah SWT menghapuskan apa yang dikehendakinya dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya, kecuali kebahagiaan, kesengsaran dan kematian.”

Ibnu Abbas berkata, ”Allah SWT menghapuskan apa yang dikehendakinya dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya, kecuali penciptaan, perilaku, ajal, rizqi, kebahagiaan dan kesengsaran.”

Selain itu lafaz doa itu seolah-olah menggantungkan kepada Allah SWT apakah ingin mengabulkan atau tidak. Padahal salah satu adab berdoa adalah harus ber’azam atau bertekad kuat untuk dikabulkan. Sedangkan penggunaan lafaz (bila Engkau kehendaki), seolah mengesankan tidak serius dalam meminta. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

Bila kamu meminta kepada Allah SWT maka mantapkanlah permintaanmu itu.

Wallahu a`lam bishshawab, Wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kategori:doa doa islam