Beranda > doa doa islam > beberapa keringanan berpuasa

beberapa keringanan berpuasa

Saudaraku, Allah tidak menghendaki kesulitan bagi hamba-Nya dalam
beribadah. Begitupun dalam ibadah puasa Allah memberikan keringinan-
keringinan. Di antara keringanan-keringan an dalam ibadah puasa itu
antara lain:

1. Orang yang makan dan minum karena lupa, sedangkan dia dalam
keadaan berpuasa, maka puasa sah dan tidak berkewajiban
mengqadla’nya. Ini adalah pendapat yang kuat dari jumhur ulama’,
berbeda dengan Imam Malik. Dalam hadits yang disepakati Imam Bukhari
Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu `Anhu Nabi Sahllalahu `Alaihi
wa Salam bersabda “Barangsiapa lupa padahal dia sedang berpuasa,
lalu ia makan atau minum, maka hendaklah ia menyempurnakan puasanya,
karena yang memberinya makan dan minum itu adalah Allah.
Namun wajib baginya mengeluarkan semua isi mulutnya begitu Ia ingat
puasanya. Demikian juga bagi orang yang melihat orang lain, agar
mengingatkannya, karena termasuk melaksanakan amar ma’ruf nahi
munkar dan tolong dalam kebaikan dan ketaqwaan.

2. Orang yang bangun pagi dalam keadaan junub karena bersetubuh
atau mimpi basah pada malam harinya, maka ia tetap berpuasa dan
puasanya sah serta ia langsung mandi besar. Maksudnya ia tetap sah
dalam niat puasanya meskipun sedang mengalami hadas besar. Hal ini
berbeda dengan fatwa Abu Hurairah Radhiyallahu `anhu sebelum ada
dalil yang mensahkannya.

3. Bersiwak setelah tergelinicirnya matahari. Bersiwak adalah
membersihkannya gigi dengan kayu Arak yang sering dilakukan oleh
Rasulullah.

4. Berkumur dan Intisyaq (memasukkan air ke dalam hidung lalu
dikeluarkan lagi). Sebaiknya dalam hal ini tidak berlebihan,
khawatir ada air yang masuk ke dalam kerongkongan lalu batal
puasanya.
Dalam hadits Laqith bin Shabrah, Nabi Sahllalahu `Alaihi wa Salam
bersabda: “Bersungguh- sungguhlah dalam berkumur dan berintinsyaq
(memasukkan air ke hidung) kecuali engkau sedang berpuasa”. Dalam
sebagian riwayat lagi berbunyi “Bersungguh- sungguhlah dalam berkumur
dan berintinsyaq (memasukkan air ke hidung) kecuali engkau sedang
berpuasa”.

5. Berbuka bagi musyafir pada siang hari Ramadhan lebih utama
jika meneruskan puasa berat baginya.
Sungguh Allah Maha Penyayang bagi segenap hamba-hamba- Nya. Dia
menghendaki kemudahan bagi hambanya dalam beribadah. Walaupun begitu
masih saja kita sering menggerutu dan tidak mensyukuri semua
kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh Allah kepada kita. Semoga
puasa Ramadhan kali ini menjadikan kita sebagai hamba-hamba- Nya yang
selalu bersyukur atas segala nikmat dan kemudahan yang telah
diberikan Allah kepada kita.

Kategori:doa doa islam
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: