Beranda > doa doa islam > QS 2 AYAT 9 ………ORANG ORANG DUSTA

QS 2 AYAT 9 ………ORANG ORANG DUSTA

“Mereka berusaha menipu Allah dan orang-orang yang beriman. Tetapi mereka tidak menipu siapa pun kecuali diri mereka sendiri. Sedangkan mereka tidak merasa.”

Munafikin mengira bahwa mereka adalah orang-orang yang cerdik dan pandai; dan merasa bahwa dengan menunjukkan keimanan, mereka akan menipu Tuhan orang-orang Mukmin, serta memperoleh perlakuan dan hak-hak yang sama sebagai Muslimin yang lain. Mereka berusaha menipu Nabi dan orang-orang beriman, sampai jika datang saat yang tepat mereka pun akan melancarkan serangan mereka terhadap Islam. Akan tetapi Allah SWT mengetahui kekufuran batin mereka dan mengenali hipokritas atau sikap mendua mereka. Lalu Allah SWT mengungkapkan apa yang tersembunyi di dalam hati mereka dan membuka kedok mereka yang buruk untuk orang-orang yang beriman. Pasien yang datang untuk berobat kepada dokter, lalu dokter tersebut memberikan perintah-perintah atau resep obat yang mesti dimakan olehnya, namun ia tidak mentaati dan berbohong kepada dokter dengan mengatakan bahwa obat-obat yang diberikan sudah ia makan; maka si pasien menyangka bahwa ia telah menipu si dokter. Padahal ia hanya menipu dan menimpakan kerugian pada dirinya sendiri. Karena sesungguhnya akibatburuk kebohongannya itu hanya akan menimpa dirinya sendiri. Jadi orang yang terkena penyakit nifaq ini, menyangka telah menipu Allah dan orang-orang beriman. Sedangkan sesungguhnya ia tidak menipu siapa pun kecuali dirinya sendiri. Pendengar sekalian yang terhormat. Berikut ini beberapa poin yang merupakan pelajaran yang dapat kita ambil dari ayat di atas:

1) Munafik adalah penipu, Kita harus berhati-hati jangan sampai termakan oleh sikap-sikap lahir para penipu ini.

2) Kita sendiri jangan sekali-sekali menipu orang lain. Dan mesti kita sadari bahwa seorang yang menggali lubang, maka ia sendiri yang akan terperosok ke dalam lubang itu.

3) Sikap Islam terhadap Munafik, sama sebagaimana sikap Munafik itu sendiri terhadap Islam. Secara lahir ia menyatakan sebagai Muslim. Maka Islam pun secara lahir memperlakukannya sebagai seorang Muslim. Munafik tidak memiliki iman di dalam hatinya. Allah pun, di hari kiamat, akan menimpakan azab kepadanya sama sebagaimana kepada orang-orang Kafir.

4) Munafik menganggap dirinya sebagai orang yang cerdik dan pandai. Padahal ia tidak tahu bahwa diseberangnya adalah Allah SWT yang Maha Mengetahui segala rahasia dan perasaan hati semua manusia.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: