Beranda > doa doa islam > Tip Anti Mual dan Lemas Saat Hamil

Tip Anti Mual dan Lemas Saat Hamil

Walau kondisi fisik wanita hamil memang mengalami perubahan di saat hamil, aturan dalam dunia kerja, tidak serta merta mengistimewakannya sebagai individu yang harus diberikan perhatian khusus. Secara formal karyawan wanita yang sedang hamil tetap diperlakukan sama dengan pria atau wanita lain yang sedang tidak hamil. Kehamilan umumnya dipandang bukan sebagai penyakit, sehingga tidak akan menghambat kinerja karyawan wanita yang sedang hamil.
Satu-satunya ‘keistimewaan’ yang diberikan hanyalah pemberian cuti hamil selama 3 bulan. Selebihnya, wanita hamil tetap dianggap dapat menjalankan tugas seperti biasa. Kalaupun ada dispensasi, biasanya hanya diberikan secara tidak formal. Misalnya atasan tidak akan memberikan beban kerja yang mengharuskan lembur terlalu banyak. Wanita hamil biasanya juga tidak dilibatkan dalam pekerjaan yang membahayakan kandungannya.
Bijak mengatur aktivitas
Agar bisa tetap aktif bekerja, seorang wanita hamil memang mesti pandai-pandai mengatur jadual dan aktivitasnya. Kondisi fisik yang mengalami perubahan, sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk menunda-nunda pekerjaan atau memperlambat tempo kerja. Permintaan dispensasi seperti ini menurut Rima justru akan secara subyektif menurunkan ritme kerja karyawan tersebut. Lebih baik tetap lakukan pekerjaan sesuai target awalnya. Jika memang terdapat keluhan fisik yang sangat mengganggu, misalnya rasa mual atau muntah-muntah yang berlebihan, Anda bisa berbicara dengan atasan untuk mencari solusi yang terbaik. Misalnya, Anda bisa mengatur untuk melakukan aktivitas yang ringan di pagi hari. Aktivitas yang lebih menantang, bisa digeser ke sore hari, saat kondisi Anda lebih segar dan tidak mual lagi.
Anda juga tidak dianjurkan memberi target yang terlalu rendah pada diri sendiri. Langkah seperti ini dapat memelorotkan kadar antusiasme bekerja ke titik terendah, sekaligus memberi ruang pada rasa malas yang seringkali menyerang ibu hamil.
Tubuh wanita hamil, menurut Dr. Soemanadi sebenarnya memang dilengkapi dengan ‘alarm tubuh’. Saat merasa lelah, tubuh biasanya akan mengeluarkan sinyal-sinyal penanda, seperti rasa pegal, lapar atau kantuk. Nah, begitu tanda-tanda seperti ini dirasakan, Anda harus cepat bereaksi. Segera tinggalkan sebentar kursi kerja Anda untuk sekadar meluruskan tubuh atau berjalan-jalan sebentar di sekitar kantor.
Dengan bekal ‘alarm tubuh seperti ini setiap wanita hamil (kondisi kehamilan normal) semestinya bisa mengukur sendiri sampai sejauh mana ia boleh beraktivitas. Selama tidak terjadi gangguan yang berarti atau kondisi kehamilannya tidak beresiko tinggi, aktivitas fisik seperti naik tangga hingga dua lantai pun sebenarnya tidak jadi masalah.
“Selama kondisi tubuhnya baik, maka wanita hamil dapat melakukan aktivitas seperti biasa namun dengan tempo yang lebih lambat atau santai. Jika harus naik tangga misalnya, Anda bisa melangkah dengan santai saja. Berhentilah setelah beberapa langkah untuk mengambil napas. Setelah itu lanjutkan lagi. Dengan cara ini, target yang dituju bisa dicapai tanpa harus membahayakan kesehatan.” Katanya memberi contoh.
Kondisi seperti ini tentu tidak berlaku kepada wanita yang mengalami kehamilan beresiko tinggi. Wanita yang memiliki riwayat keguguran, lama tidak mengandung, perdarahan, ataupun placenta previa (posisi ari-ari berada di bawah sehingga menutupi jalan lahir), memang harus lebih berhati-hati. Setiap aktivitas sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter kandungan. Dokter biasanya akan memintanya mengurangi atau menghentikan aktivitas bila memang terjadi gangguan yang luar biasa, seperti terjadinya perdarahan.
Asupan makanan bergizi
Modal penting lain yang diperlukan untuk tetap aktif selagi hamil, adalah asupan makanan bergizi. Secara umum, wanita hamil memerlukan asupan protein yang tinggi, baik dari susu, telur, daging, ikan dan kacang-kacangan. Makanan yang dikonsumsi wanita hamil sebaiknya juga mengandung karbohidrat tinggi serta rendah lemak. Makanan berlemak, terutama gorengan lebih baik dihindari, karena hanya akan menambahkan kalori yang tidak diperlukan tubuh.
Tanpa tambahan vitamin atau suplemen sekalipun, seorang wanita hamil sebenarnya dapat beraktivitas normal, selama ia mendapatkan asupan makanan yang bergizi, plus 6 gelas air, dan segelas susu setiap harinya. Jika kebetulan tidak suka dengan susu, Anda dapat menggantinya dengan makanan yang terbuat dari susu seperti keju atau yoghurt.
Banyak pakar juga menganjurkan wanita hamil untuk membawa makanan yang dimasak sendiri di rumah daripada membeli makanan di luar. Selain lebih terjamin kebersihannya, makanan rumah relatif lebih ‘aman’ dibandingkan makanan luar yang mungkin dibubuhi bahan aditif seperti penyedap rasa ataupun perwarna makanan.
Bagaimana jika pada trisemester pertama asupan makanan terganggu karena rasa mual yang berlebihan? Selama masih dalam batas yang wajar, kondisi seperti ini tidak perlu dikuatirkan. Dokter biasanya hanya akan menganjurkan untuk terus mengonsumsi makanan sebagai pengganti makanan yang terbuang keluar. Untuk menyiasatinya, makanlah secara perlahan dengan suapan kecil saja. Jika tidak tahan dengan aroma makanan tertentu, Anda dapat mengganti makanan dengan jus buah yang dicampur susu.
Khusus untuk mengatasi rasa mual, Dr. Soemanadi menganjurkan untuk melatih diri berpikir positif. Sugestikan pada diri sendiri bahwa kehamilan tidak identik dengan serangan rasa mual. Alihkan pikiran ke hal-hal lain sambil menarik dan mengembuskan napas secara teratur. Jangan lupa mengonsumsi roti kering atau crackers yang dapat menetralisir asam lambung.
Rasa mual bisa diminimalkan dengan menghindari makanan berempah, pedas atau asam yang dapat merangsang produksi asam lambung. Rujak- yang selama ini dianggap sebagai obat mual saat ngidam – termasuk dalam daftar makanan yang sebaiknya dihindari saja karena hanya terasa enak di mulut, tetapi tidak ‘ramah’ terhadap lambung.

Lebih lanjut tentang: Tip Anti Mual dan Lemas Saat Hamil

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: