Arsip

Archive for the ‘doa doa islam’ Category

Hukum Ohm

States that “the voltage across the various types of materials are proportionate with the straight flow of the stream.” Mathematically expressed by:
Hukum Ohm

Ohm’s law formula can be derived as follows:
Hukum Ohm

V is the voltage (in volt), I is the current that flows (in ampere) and R is resistansi or obstacles (in ohm, Ω) which is 1 ohm value is equal to 1 volt / ampere.
Resistansi is a measure of how large flow by preventing elements. Reverse of resistansi (1 / Ω, S) is called with konduktansi (G). Konduktansi is a measure of how good flowing currents akan allowed in the series. The mathematical relationship between resistansi and konduktansi stated with
Hukum Ohm
Example 1
Determine the current that flows in the series when a 12 volt battery is connected with a resistor of 2 Ω!
Answer:
Hukum Ohm
Example 2
Specify resistansi of 44 fluorescent light wall W, which when connected with the voltage of 220 V will then flow currents of 200 mA!
Answer:
Hukum Ohm

Kategori:doa doa islam

Hukum Kirchoff Arus

States that “all the algebraic number of the flow enters a knot / point in the series is a zero” or “the amount of flow that enters the knot in a series with the same amount of flow that is out of the knot.”
Expressed mathematically with
Hukum Kirchoff Arus

As an illustration shown in the picture below:
Hukum Kirchoff Arus

So based on the law applicable kirchof flow:
Hukum Kirchoff Arus

-Hukum Kirchoff Tegangan

States that “the amount of voltage that all algebraic corral a road closed (loop) in a series of electricity is zero.” Mathematically expressed by:
Hukum Kirchoff Tegangan

As an illustration shown in the picture below:
Hukum Kirchoff Tegangan

So based on the law applicable kirchoff voltage:
Hukum Kirchoff Tegangan

-Example Kirchoff Tegangan

Determine the voltage of the unknown in the following series!
Hukum Kirchoff Tegangan

Answer:
By applying Kirchoff voltage law is

Hukum Kirchoff Tegangan

-Example Kirchoff Arus

Determine the flow of the unknown from the image below!
Hukum Kirchoff Arus

Answer:
By applying the law kirchoff flow on a point, it will be valid
Hukum Kirchoff Arus

By applying the law kirchoff flow at the point b, it will be valid
Hukum Kirchoff Arus

By applying the law kirchoff flow at the point c, it will be valid
Hukum Kirchoff Arus

Kategori:doa doa islam

Rangkaian 11-90 hz Subwoofer Filter Using TL072 Op-Amp

The subwoofer filter circuit allows the addition of subwoofers to an existing full-range system, offering adjustable low-pass filtering with optional R6 and R8 boost and mono-summing.
Rangkaian 11-90 hz  Subwoofer Filter Skema Rangkaian 11-90 hz Subwoofer Filter
Using TL072 Op-Amp

TL072 Op-Amp

 

The Subwoofer filter circuit to remove for separate pre amplifier to drive the low frequency sound a lot. In tone, call tone, normal Can not be done … is a fine deep low bass sounds like a bass drum, or at a movie complex in a low voice if we can be heard with But to add cabinets and amps. The subwoofer circuit is pass low frequency with in 11-90 Hz. Switching power supply 12V cut out if they need to use +-15V. I had change the Capacitor to cut out vocals per the red circle mark.
Kategori:doa doa islam

Bass-Midle-Treble (3 line) Crossover Aktif

This is a simple treble-midle-bass (3-way) crossover Circuit, intended for triamping Hi-Fi systems. This is a conventional 12dB / Octave unit, and cannot be expected to have the same performance as a Linkwitz-Riley aligned filter network. It will still be a vast improvement over nearly any passive crossover, and is ideal for beginners or those who want to experiment further with multi-amping, but without the complexity of a major project. The retuning (to (sub)-Bessel / Linkwitz-Riley alignment) is recommended, as the performance will be more in line with modern standards – see information below.

Rangkain Bass-Midle-Treble (3 line) Crossover AktifSkema Rangkain Bass-Midle-Treble (3 line) Crossover Aktif

Low-mid range: Low pass filter, fh = 300 Hz.
fh = 1 / (2 * π * R1 * C1), assuming R1 = R2 & C1 = C2 = 10nF. This yields R1 = R2 = 53K (used 56K).

Mid range: Low pass filter, fh = 3000 Hz, followed by a high pass filter fl = 300 Hz.
Assuming R1 = R2, R3 = R4, C1 = C2 = C3 = C4 = 10nF.

For the low pass, fh = 1 / (2 * PI * R1 * C1), yields R1 = R2 = 5.3K (used 5.6K).
For the high pass, fl = 1 / (2 * PI * R3 * C3), yields R3 = R4 = 53K (used 56K).

Mid-high range: High pass filter, fl = 3000 Hz.
fl = 1 / (2 * PI * R3 * C3), assuming R3 = R4 & C3 = C4 = 10nF. This yields, R3 = R4 = 5.3K (used 5.6K).

In the above schematic are shown the low-mid range, mid range mid-high range filters. The x’over frequencies chosen are 300Hz and 3000Hz. Thus the low-mid range filter has a cut-off frequency of 300 Hz, the mid range has a lower cut-off at300 Hz and an upper cut-off at 3000Hz, and the mid-high range has a cut-off frequency of 3000 Hz. Please see references (2) for the x’over frequencies.

Kategori:doa doa islam

Amalan Nisfu Syaban

1. Amal Hamba Diangkat ke Langit

Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Sya’ban merupakan bulan di mana amal shalih setiap hamba akan diangkat ke langit.

Salah satu dasarnya adalah sabda Rasulullah SAW berkut ini:

Dari Usamah bin Zaid berkata, saya bertanya, “Wahai Rasulullah saw, saya tidak melihat engkau puasa di suatu bulan lebih banyak melebihi bulan Sya’ban.” Rasul saw bersabda, “Bulan tersebut banyak dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan diangkat amal-amal kepada Rabb alam semesta, maka saya suka amal saya diangkat sedang saya dalam kondisi puasa.” (HR Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’i dan Ibnu Huzaimah)

2. Starting Point Persiapan Ramadhan

Di samping itu bulan sya’ban yang letaknya persis sebelum Ramadhan seolah menjadi starting point untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan. Sehingga isyaratnya adalah kita perlu menyiapkan bekal ibadah untuk menyambut bulan Ramadhan.

Dalam hal mempersiapkan hati atau sisi ruhiyah, Rasulullah saw. mencontohkan kepada umatnya dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, sebagaimana yang diriwayatkan ‘Aisyah ra. berkata:

Saya tidak melihat Rasulullah SAW menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya’ban. (HR Muslim).

Mengkritisi Kekuatan Riwayat Amaliah Nisfu Sya’ban

Sedangkan khusus tentang keutamaan malam pertengahan bulan, atau lebih dikenal dengan istilah nisfu sya’ban, memang ada dalil yang mendasarinya. Namun para ulama berbeda pendapat tentang kekuatan derajat periwayatannya.

Sebagian kalangan menggunakan dalil-dalil lemah itu dengan alasan bahwa bila suatu hadits tidak terlalu parah kelemahannya, masih boleh digunakan landasan ibadah yang bersifat keutamaan. Sebagian lain agak ketat dalam menyeleksi dalil-dalil yang dianggap dhaif, sehingga semuanya dibuang begitu saja.

Di antara dalil-dalil yang dianggap lemah itu misalnya hadits berikut ini:

Sesungguhnya Allah SWT bertajalli (menampakkan diri) pada malam nisfu Sya’ban kepada hamba-hamba-Nya serta mengabulkan doa mreka, kecuali sebagian ahli maksiat.

Memang kalau kita mau jujur dengan hasil penelitian para muhaddtis, riwayat hadits ini tidak mencapai derajat shahih. Ada sebagian kalangan yang menghasankan, tetapi tidak sedikit juga yang secara tegas mendhaifkannya.

Al-Qadhi Abu Bakar Ibnul Arabi mengatakan bahwa tidak ada satu hadits shahih pun mengenai keutamaan malam nisfu sya’ban.

Begitu juga Ibnu Katsir telah mendha’ifkan hadits yang menerangkan tentang bahwa pada malam nisfu sya’ban itu, ajal manusia ditentukan dari bulan pada tahun itu hingga bulan Sya’ban tahun depan.

Sedangkan amaliyah yang dilakukan secara khusus pada malam nisfu Sya’ban itu, sebagaimana yang sering dikerjakan oleh sebagian umat Islam dengan serangkaian ritual, kami tidak mendapatkan satu petunjuk pun yang memiliki dasar yang kuat.

Sebagaimana kita tahu, sebagian dari umat ini banyak yang mengkhususkan malam itu untuk membaca surat Yasin, atau melakukan shalat sunnah dua raka’at dengan niat minta dipanjangkan umur, atau niat agar menjadi kaya dan seterusnya. Memang praktek seperti ini ada di banyak negeri, bukan hanya di Indonesia, tetapi di Mesir, Yaman dan negeri lainnya.

Bahkan mereka pun sering membaca lafaz doa khusus yang -entah bagaimana- telah tersebar di banyak negeri meski sama sekali bukan berasal dari hadits Rasulullah SAW.

Kritik terhadap Lafaz Doa Malam Nisfu Sya’ban

Sering kita dapati bahwa sebagian umat Islam memanjatkan doa khusus pada malam nisfu sya’ban. Di dalam doa itu mereka meminta agar Allah SWT menghapuskan taqdir yang buruk yang telah tertulis di lauhil mahfuz. Seperti doa berikut ini:

Ya Allah, jika engkau mencatat aku di sisi-Mu dalam ummul kitab, sebagai orang yang celaka (sengsara), terhalang, terusir, atau sempit rizkiku, maka hapuskanlah Ya Allah dengan dengan karunia-Mu atas kesengsaraanku, keterhalanganku, keterusiranku dan kesempitan rizkiku. Dan tetapkanlah aku disisimu di dalam ummil kitab sebagai orang yang bahagia, diberi rizki, dan diberi pertolongan kepada kebaikan seluruhnya. Karean sesungguhnya Engkau telah berfirman dan firman-Mu adalah benar, di dalam kitab-Mu yang Engkau turunkan melalui lisan nabi-Mu yang Engkau utus: Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan, dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (lauhil Mahfuz).

Hal itu karena mereka berhujah bahwa Allah SWT dengan kehendak-Nya bisa menghapus apa-apa yang pernah ditulisnya di lauhil mahfuz dan menggantinya dengan taqdir yang lain. Dasarnya adalah firman Allah SWT:

Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan, dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (lauhil Mahfuz). (QS Ar-Ra’d: 39).

Oleh sebagian ulama, lafaz doa seperti itu dianggap bertentangan, karena apa-apa yang sudah tertulis di lauil mahfuz tidak mungkin dihapus. Karena ada sabda Rasulullah SAW:

Dari Ibnu Umar ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Allah SWT menghapuskan apa yang dikehendakinya dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya, kecuali kebahagiaan, kesengsaran dan kematian.”

Ibnu Abbas berkata, ”Allah SWT menghapuskan apa yang dikehendakinya dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya, kecuali penciptaan, perilaku, ajal, rizqi, kebahagiaan dan kesengsaran.”

Selain itu lafaz doa itu seolah-olah menggantungkan kepada Allah SWT apakah ingin mengabulkan atau tidak. Padahal salah satu adab berdoa adalah harus ber’azam atau bertekad kuat untuk dikabulkan. Sedangkan penggunaan lafaz (bila Engkau kehendaki), seolah mengesankan tidak serius dalam meminta. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

Bila kamu meminta kepada Allah SWT maka mantapkanlah permintaanmu itu.

Wallahu a`lam bishshawab, Wassalamu `alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kategori:doa doa islam

al ikhlas

Qul [ katakanlah ] wahai Muhammad kepada orang yang bertanya kepadamu dengan pertanyaan gambarkan kepada kami tentang Rabbmu yang membuatmu mengajak kami untuk mengimani dan menyembah Nya….Shiflana rabbaka, am min dzahabun huwa, am min nahaasun am min sufrun ?….Apakah dari emas atau dari tembaga atau dari perak ?….Katakanlah bahwa….Huwa Allaahu Ahadun [ Dia lah Allah, Yang Maha Esa ] yaitu Dia yang disifati dengan sifat Uluhiyah dan Rububiyah yang mencakup semua syarat kesempurnaan sesui dengan nama – nama dan sifat yang sempurna, yang tersimpan dalam Dzat yang disifati dengan sifat keesaan ( Ahad ) yaitu wahda fii shifaatihi, wahda fii af’aalihi, maknanya sebelum segala sesuatu ada maka Dia ada ( Wujud ) dan segala sesuatu itu menjadi ada ( maujud ) karena Wujud Nya, karena perbuatan Nya ( Af’alihi ). Dia terbebas dari keterbilangan, yang memiliki kebebasan mutlaq dalam wujud, kehidupan dan kekuatan. Dia yang tetap berada tanpa membutuhkan tempat dan arah dalam kekekalan yang abadi ( Baqa’ ), maknanya ketika segala sesuatu menjadi tiada maka Dia tetap ada. Dia tidak bias sama sekali diukur dengan berbagai macam timbangan dan ukuran takaran serta tidak tercakup oleh berbagai macam pengaturan karena semua itu berasal dari Nya, dari perbuatan Nya, dari kuasa Nya dan dari kehendak ketetapan Nya ( Qudrah dan Iradhatihi ). Sebab bagaimana mungkin Allah menjadi objek pengaturan sedangkan Dia….Allaahu ash Shamadu [ Allah yang bergantung kepada Nya segala urusan ] yaitu Allaahu Kaafi likulli hawaijil makhluuqu ‘ala ad dawaamu. Maknanya Allah lah yang mencukupi segala kebutuhan makhluq Nya terus menerus tanpa henti. Karena Allah lah yang menciptakan, memiliki, menguasai, mengatur dengan adil dan bijaksana Nya sehingga di alam manapun seluruh makhluq Nya berada maka Dial ah yang mengaturnya ( Mudabbiru ). Maka segala bentuk pengaturan manusia yang bertentangan dengan hukum Allah maka hal itu turut campurnya manusia ke dalam pengaturan Nya ( suu’ul adab ). Pengaturan Nya adalah pengaturan terbaik yang tiada bandingnya. Manusia bukanlah hidup tetapi dihidupkan, bukan duduk tetapi didudukkan, bukan berjalan tetapi dijalankan. Maka dengan keadilan dan kebijaksanaan Nya maka setiap saat yang diberikan kepada masing – masing manusia adalah selalu pemberian terbaik Nya. Jadi manusia diularang berkeluh kesah, putus asa, menyesal dan marah dalam kondisi apapun karena semuanya itu sudah diatur dengan pengaturan terbaik Nya maka jangan ikut – ikutan mengatur jika hal itu bertentangan dengan hukum – hukum Nya karena hal ini sama artinya dengan melawan Nya. Dia memiliki kekuasaan untuk menolong, untuk mengakat derajad sekaligus mencelakakan dan menghinakan makhluq Nya. Dialah yang menjadi tujuan dan tempat kembali semua yang dhahir dan yang batin dari makhluq Nya, yang nyata dan yang ghaib di dunia dan di akhirat. Dan di sisi lain Dia sendiri tidak membutuhkan apapun dari makhluq Nya. Bagaimana mungkin Dia membutuhkan sesuatu dari makhluq Nya sedangkan Dia adalah Allah yang….Lam Yalid [ tidak beranak ]. Sebab beranak hanya pantas diperuntukkan bagi sesuatu yang berketurunan karena takut pada ketiadaan dan kemusnahan karena tidak ada generasi yang bisa meneruskan apa yang diusahakan. Sedangkan Allah dengan kekuasaan Nya, keberadaan Nya yang wajib dan kekekalan Nya yang abadi tidak mungkin mengindikasikan adanya kekurangan semacam itu. Sebab pada diri Nya tidak berlaku kata berkesudahan dan keberpindahan….Wa [ dan ] Dia….Lam Yuuladu [ tiada pula diperanakkan ] untuk itu semua. Sebab segala sesuatu yang dhahir dan yang batin, yang azali dan yang abadi adalah berasal dari Nya, dengan Nya, untuk Nya dan dalam diri Nya. Segala sesuatu yang diharuskan ada dari makhluq sejak zaman azali tidak keluar dari cakupan baying – baying nama Nya dan pantulan sifat Nya. Jadi bagaimana mungkin bisa dibayangkan ada Sesutu selain Dia yang mendahului diri Nya padahal tidak ada sesuatu pun selain diri Nya yang menjadi ada sampai Dia menciptakannya. Wa [ dan ] Allah sendirian dalam keesaan Nya, Maha Esa dalam kesendirian Nya dan merdeka dalam kebebasan Nya. Sebab….Lam Yakun Lahu Kufuwan Ahadun [ tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia ]. Tidak sebelum Dia maupun sesudah Dia. Bahkan tidak ada Tuhan selain diri Nya dan tidak ada yang maujud selain Dia. Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa pada suatu hari ada seorang laki – laki yang mendengar seseorang membaca Surah Al Ikhlash dan mengulang – ulangnya. Ketika pagi harinya laki – laki tersebut menghadap kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan menceritakan hal itu, namun yang dihitung olehnya dan dilaporkannya kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam hanya sedikit saja yaitu sedikit qiraah Surah Al Ikhlash yang dibaca oleh orang tadi, lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : Demi Tuhan Yang menggenggam jiwaku, Surah Al Ikhlash itu setara dengan sepertiga Al Qur’an. [ Al Bukhari ]. Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu juga meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bertanya kepada para sahabatnya : Apakah seseorang diantara kalian tidak mampu membaca sepertiga dari Al Qur’an dalam satu malam ? Makah al itu tentu saja sangat berat untuk mereka, lalu mereka balik bertanya : Adakah di antara kami yang dapat melakukannya wahai Rasululullah ?, beliau kemudian menjawab : Ketahuilah Allaahu al waahidu ash shamadu ( Surah Al Ikhlash ) itu setara dengan sepertiga Al Qur’an. [ Muttafaq ‘Alaih ]. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘ Alaihi wa Sallam bersabda : Berkumpullah, karena aku akan membacakan kepada kalian sepertiga dari Al Qur’an. Lalu orang – orang disekitar Nabi Shallallahu ‘ Alaihi wa Sallam pun berkumpul, kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam masuk ke dalam rumah dan sesaat kemudian keluar lagi seraya melantunkan ayat – ayat dari Surah Al Ikhlash, kemudian beliau masuk lagi ke dalam rumahnya. Para sahabat pun kebingungan dan saling bertanya satu sama lain, salah satu dari mereka mengatakan : Aku berpendapat bahwa belaiau akan menerima sesuatu dari langit, itulah yang membuat beliau masuk ke dalam rumahnya. Tidak lama kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam keluar dari rumahnya dan berkata : Bukankah aku akan membacakan kepada kalian sepertiga dari Al Qur’an ?. Ketahuilah bahwa Surah Al Ikhlash itu setara dengan sepertiga Al Qur’an. [ Al Muslim ]. Beberapa ulama berpendapat bahwa Al Qur’an itu terbagi menjadi 3 bagian, yaitu tentang hukum, tentang janji dan ancaman dan tentang nama – nama dan sifat – sifat Allah. Dan Surah Al Ikhlas mencakup nama – nama dan sifat – sifat Allah sehinggan surah ini disetarakan dengan sepertiga Al Qur’an. Penegasan dalil tektual yang tidak memerlukan lagi penafsiran adalah riwayat dari Abu Darda’bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : Sesungguhnya Allah membagi Al Qur’an menjadi tiga bagian. Dan Allah menjadikan Surah Al Ikhlash salah satu bagian dari ketiganya. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah mengutus seseorang untuk memimpin satu pleton tentara muslimin dengan membawa satu tugas. Orang tersebut juga diangkat oleh sahabat lainnya untuk menjadi imama shalat mereka, namun mereka menjadi bingung karena imam mereka selalu menutup qiraah shalatnya dengan Surah Al Ikhlash. Sepulang mereka dari tugas tersebut mereka segera mengadukan hal ini kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan beliau berkata : Tanyakan kepadanya mengapa ia melakukan hal itu ?. Lalu mereka pun segera menanyakannya dan orang tersebut menjawab : Karena di dalam surah tersebut terdapat sifat Tuhan, oleh sebab itulah aku senang membaca surah tersebut. Lalu jawaban ini disampaikan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang disambut dengan kegembiraan beliau, beliau kemudian bersabda : Beritahukanlah kepadanya bahwa Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa mencintainya. [ Al Muslim ]. Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu juga meriwayatkan bahwa pernah ada seorang laki – laki dari golongan anshar yang dipercaya untuk menjadi imam di masjid Quba. Akan tetapi setiap kali ia selesai membaca Surah Al Fatihah ia selalu mengiringinya dengan membaca Surah Al Ikhlash hingga selesai, dan setelah itu barulah ia membaca surah lainnya. Hal ini dilakukannya dalam setiap rakaat sehingga membuat para sahabat yang lain kebingunan dan akhirnya memutuskan untuk berbicara kepadanya. Mereka mengatakan : Engkau selalu membaca Surah Al Ikhlash setelah Surah Al Fatihah, lalu apakah engkau tidak cukup dengan membaca surah tersebut hingga engkau juga membaca surah lainnya setelah itu ?, alangkah lebih baiknya engkau mau memilih antara hanya membaca Surah Al Ikhlash atau hanya membaca surah lainnya. Ia menjawab : Aku tidak mungkin tidak membaca Surah Al Ikhlash. Kalau kalian masih menghendaki aku menjadi imam kalian maka ketahuilah bahwa aku akan terus membacanya, namun jika kalian tidak menghendakinya maka kalian boleh mencari imam lainnya. Namun sayangnya masyarakat di sana masih mempercayainya dan menganggapnya sebagai imam yang terbaik, mereka tidak mau jika harus memilih imam lainnya. Ketika pada suatu hari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengunjungi mereka disana maka masyarakatpun segera menanyakannya hal itu kepada beliau, lalu beliau bertanya kepada sang imam : Wahai fulan, apa sebabnya kamu tidak mau mendengarkan permintaan teman – temanmu ? Dan apa yang menyebabkan kamu selalu membaca Surah Al Ikhlash pada setiap rakaatnya ?. Ia menjawab : Wahai Rasulullah, aku sangat mencintai surah tersebut. Lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata : Kecintaanmu terhadap surah itulah yang akan memasukkan kamu ke dalam syurga di akhirat nanti. [ At Tirmidzi ]. Ibnu Al Arabi mengatakan bahwa inilah dalil yang kuat ( rajih ) sebagai hujjah diperbolehkannya mengulang satu surah pada setiap rakaat. Dan dibolehkan untuk membaca satu surah dalam majelis dengan alasan karena membaca Al Qur’an adalah ibadah dan selalu membaca satu surah secara terus menerus pada halaqah – halaqah karena kecintaan terhadap surah tersebut dengan tanpa mengecilkan arti keutamaan dan keagungan surah – surah yang lain. Bahkan ketika membacanya pada shalat tarawih maka Surah Al Ikhlas seringkali dijadikan surah yang paling banyak dibaca karena keutamaannya. Bahkan menurut Imam Malik bin Anas pada shalat tarawih bacaan surah dengan menghatamkan Al Qur’an di masjid bukanlah suatu rutinitas yang disunnahkan. Keutamaan atau fadhilah membaca Surah Al Ikhlas sangat besar sekali. Seperti yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa pada suatu hari aku bepergian bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan ketika di perjalanan tiba – tiba kami mendengar seseorang membaca Surah Al Ikhlash, lalu beliau berkata : Telah ditetapkan baginya. Aku pun lantas bertanya kepada belaiau : Apakah yang telah ditetapkan baginya wahai Rasulullah ?. Beliau menjawab : Syurga. [ At Tirmidzi ]. Abu Bakar Ahmad bin Ali bin Tsabit Al Hafidz juga meriwayatkan dari Isa bin Abi Fatimah Ar Razi dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Murka Allah akan muncul ketika sebuah lonceng dibunyikan, namun setelah malaikat turun ke bumi dan mengelilinginya, lalu mendapatkan ada manusia masih melantunkan Surah Al Ikhlash maka kemurkaan Allah pun luntut bersama semakin banyaknya para pembaca surah tersebut. Sahal bin Sa’ad as Sa’idi meriwayatkan bahwa pada suatu ketika ada seorang laki – laki yang mengeluh kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengenai kefakirannya dan sulitnya kehidupan yang ia jalani, lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepadanya : Apabila kamu ingin memasuki sebuah rumah maka berilah salam jika ada seseorng di dalam rumah tersebut, namun jika tidak ada maka bershalawatlah kepadaku dan bacalah olehmu Surah Al Ikhlas satu kali saja. Kemudian setelah laki – laki tersebut mempraktekkan nasehat dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tadi, seakan rizki yang didapakatkannya tidak pernah berhenti mengalir bahkan para tetangganya pun ikut merasakan rizki yang sangat melimpah itu. Sebagai hikmah barangkali yang disebutkan oleh Ibnu Katsir sebuah riwayat yang sanadnya tergolong lemah akan tetapi cukup untuk dijadikan hikmah dan ibrah adalah riwayat dari Ats Tsa’labi dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa ketika kami bersama dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam perang Tabuk, kami melihat matahari yang terbit pada hari itu sangat putih bercahaya dan bersinar dengan indah, tidak pernah kami melihat matahari terbit seperti itu sebelumnya. Lalu malaikat Jibril turun dari langit dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam langsung bertanya kepadanya : Wahai Jibril, mengapa hari ini matahari yang terbit begitu putih sinarnya, aku tidak pernah melihatnya terbit seperti itu sebelumnya. Malaikat Jibril menjawab : Ketahuilah bahwa Mu’awwiyah bin Mu’awwiyah Al Laitsi meninggal dunia di kota Madinah hari ini. Oleh karena itu Allah mengutus tujuh puluh ribu malaikat untuk turun ke bumi dan ikut menshalatkannya. Lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya kembali : Apa yang telah dilakukan oleh Mu’awwiyah hingga ia mendapatkan kehormatan itu ?. Malaikat Jibril menjawab : Karena ia sering membaca Surah Al Ikhlash pada malam hari, pada siang hari, pada saat ia berjalan, pada saat ia berdiri, pada saat ia duduk dan pada setiap keadaannya, wahai Rasulullah, apakah engkau ingin agar aku menghentikan waktu di bumi agar engkau dapat shalat atas jenazahnya ?. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab : Baiklah. Lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dibawa oleh malaikat Jibril ke kota Madinah untuk ikut serta menshalatkan jenazah Mu’awwiyah dan setelah itu dikembalikan lagi ke Tabuk.

Kategori:doa doa islam

Antena penguat sinyal 3G dan HSDPA

Jauh dari BTS 3G atau HSDPA yang berpengaruh pada sinyal yang kita terima di Modem kita dapat di akali dengan menmabahkan antena. Antena wajan bolik merupakan solusi yang sangat baik. Seperti skema wajan bolik untuk 2,4 MHz atau wifi untuk 3G atau HSDPA dapat dilihat pada gambar.
Dengan penambahan antena tersebut, kekuatan sinyal yang diteerima modem juga bertambah, shingga internet menjadi lancar juga. Ingin membuat antenanya, silahkan simak kutipan artikel berikut:

Konfigurasi wajanbolic 3G tampak pada gambar. Kunci utama wajanbolic 3G adalah digunakannya USB 3G yang dimasukan ke dalam pralon. Hasil perhitungan yang ada menunjukan bahwa diameter meminimal agar pipa pralon yang digunakan dapat beresonansi di frekuensi 1.95GHz harus minimal 9.5cm. Sayangnya, kebanyakan pralon 3” biasanya mempunyai diameter 9cm, jadi kita tidak mungkin menggunakan pralon 3”. Ukuran pipa pralon yang paling dekat adalah pipa pralon 4” yang rata-rata sekitar 11cm diameter-nya dan ini masih memenuhi syarat untuk dapat beresonansi pada frekuensi 1.95GHz.

Dimensi / ukuran yang di peroleh untuk antenna wajanbolic e-goen untuk 3G menggunakan wajan 51 cm yang ada di rumah saya adalah sebagai berikut,

Dw (Diameter Wajan) 51 cm
dw (Kedalaman Wajan) 14.9 cm
fw (fokus Wajan) 10.9 cm

D (Diameter Pralon) 10.9 cm
L (Panjang Lakban Al.) 25 cm
S (Lokasi USB Modem) 6.9 cm

Total panjang pralon adalah L + fw atau 35.9 cm. Perkiraan penguatan antenna wajanbolic e-goen para frekuensi 1.95GHz adalah sekitar 16 dBi cukup besar untuk menembak Base Station 3G pada jarak 2-3 km

Kategori:doa doa islam

Cara Buat USB Injector Power untuk Modem GSM

Terkadang kita butuh juga untuk memperpanjang sambungan kabel USB. Biasanya kabel jadi dari toko tidak lebih kurang dari satu meter.

Jika kualitas kabel bagus otomatis reduksi tegangan dan arus tetap sehingga media flashdisk atau modem tetap berfungsi normal.

Adakalanya kedua media tersebut tidak terbaca gara-gara terjadi penurunan arus karena resistansi kabel sangat besar, sehingga power lost terbuang percuma.

Kalau ini terjadi sering kali flashdisk atau modem USB sering error putus-nyambung. Untuk mengatasi penurunan kinerja tegangan ini. Prinsipnya cukup sederhana sekali. Anda cukup “menyuntikkan” tegangan VCC 5VDC yang memang dibutuhkan modem atau flashdisk.

finished project Cara Buat USB Injector Power untuk Modem GSM

Setelah menggunakan USB injector power ini diharapkan berapapun panjang kabel eksternal tegangan tetap maksimal.

Prinsip kerjanya cukup sederhana tegangan asli 5VDC dari CPU/computer anda dilepas kemudian diinjeksikan tegangan eksternal yang telah dipersiapkan.

circuit diagram Cara Buat USB Injector Power untuk Modem GSM

IC (integrated circuits) AN 7805 sangat berperang sekali yakni mengeluarkan dan menyetabilkan tegangan antara 4,8 – 5,2 VDC serta arus yang dibutuhkan paling tidak 500mA.

Kategori:doa doa islam

LED Menjadi Lampu Masa Depan Pengganti Neon?

Jika diperhatikan belakangan ini mulai beredar lampu dengan teknologi LED
(Light Emitting Diode) sebagai pesaing lampu bohlam dan neon. Lampu model LED ini memiliki keunggulan pada daya tahan yang lebih lama dan konsumsi listrik yang juga jauh lebih irit. Akankah lampu LED menggantikan Neon sebentar lagi?
Umumnya LED digunakan pada gadget seperti ponsel atau PDA serta komputer.
Tingkat pencahayaan LED dalam ruangan memang tak lebih terang dibandingkan lampu neon, inilah mengapa LED dianggap belum layak dipakai secara luas.
Untungnya para ilmuwan di University of Glasgow menemukan cara untuk membuat LED bersinar lebih terang. Solusinya adalah dengan membuat lubang mikroskopis pada permukaan LED sehingga lampu bisa menyala lebih terang tanpa menggunakan tambahan energi apapun. Pelubangan tersebut menerapkan sistem nano-imprint litography yang sampai saat ini proyeknya masih dikembangkan bersama-sama dengan Institute of Photonics.
Sementara ini beberapa jenis lampu LED sudah dipasarkan oleh Philips. Anda bisa menemui beberapa model lampu LED bergaya bohlam yang hadir dalam warna putih susu dan juga warna-warni. Daya yang diperlukan lampu jenis ini hanya sekitar 4-10 watt saja dibandingkan lampu neon sejenis yang mencapai 12-20 watt.
Kategori:doa doa islam

CARA PERBAIKAN HANDPHONE MATI TOTAL

 

Problem atau trouble yang biasa ditemukan pada ponsel dapat

dikategorikan menjadi 3 kategori kerusakan yaitu :

1. Kategori Problem Software

2. Kategori Problem Hardware

3. Kategori Problem SW dan HW nya Problem handphone dan solusinya

 

1. Ponsel mati total Ponsel mati total ada

3. macam, yaitu mati total karena

· mati sendiri,
· mati total karena jatuh, dan
· mati total karena kena air.

a. Mati total karena mati sendiri.

Penanganannya :

Pertama dapat dilakukan langkah-langkah awal sebagai berikut.

- Lepas battery lalu pasang lagi atau coba pakai battery lain dan coba hidupkan

- Periksa konektor battery dan coba tekan untuk melihat tingkat lentur atau tidak, bila rusak ganti yang baru.

- Pasang charging pada ponsel, bila indikator masuk dan ponsel di hidupkan tetap tidak mau, maka jelas ponsel anda tidak bisa hidup karena gangguan dari IC PA (Power Amplifier). Setelah IC PA dicabut ponsel anda bisa di hidupkan lagi. Dan supaya ada signal maka harus dipasang IC PA yang baru.

- Bila di pasang charging indikator tidak ada dan ponsel di on tetap tidak mau hidup maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut memakai power suply. Tetapi ada kemungkinan juga terdapat timah yang jelek pada PCB, solusinya cabut IC PA, lalu bersihkan timah pada PCB dimana IC PA menempel, pasang kembali IC PA yang lama, HP nyalakan, pasti nyala. Pemeriksaan dengan power supply :

Diperlukan power supply dengan skala ampere sebesar 1 ampere (A) atau 1000 mA

Dengan tujuan agar pemeriksaan bisa lebih mudah dan jelas.

Langkah-langkahnya sebagai berikut :

- Pasang kabel dari power supply ke konektor battery ponsel sebanyak minimal 3 kabel, dengan urutan negatif, BSI dan positip. (warna hitam, hijau dan merah)

- Arahkan volt pada power supply 3,6 V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V)

- Ponsel dalam keadaan off, lalu tekan tombol on

- Bila arus (amper) pada penunjuk amper digital dipower supply saat ditekan tombol on, diam saja berarti ada problem pada hardware nya (HW), maka perlu dilakukan pengecekan dari komponen on/off sampai pada battery.

- Bila amper saat ditekan tombol on, naik sekitar ? 50 mA, maka problem yang terjadi adalah masalah software (SW), maka yang perlu dilakukan adalah HP diprogram ulang (flash) atau program diupgrade ke versi yang lebih tinggi.

b. Mati total karena jatuh.

Penanganannya :

- HP tidak boleh dites dengan menggunakan power supply, tetapi terlebih dahulu HP harus dibongkar, dipanasi, dan direposisi kembali letak/posisi komponen yang berubah sebagai akibat dari HP yang jatuh tadi.

- Setelah itu HP baru boleh dites menggunakan power supply untuk mengetahui kerusakan pada Hardware (HW) / Software (SW).

- Kemungkinan besar komponen yang rusak sebagai akibat dari HP yang jatuh tadi adalah IC PA / IC Power.

c. Mati total karena kena air.

Penanganannya :

- Untuk HP yang kena air juga pertama kali tidak boleh dites denganmenggunakan power supply, karena beresiko terjadi hubungan pendek antar komponen didalam air, tetapi HP terlebih dahulu harus divakum,dipanasi,atau diblower dengan terlebih dahulu diberi cairan pembersih IPA, juga bisa menggunakan butir silika untuk menyerap air yang ada pada HP.

- Setelah HP dipastikan telah kering sungguh, maka kita boleh menggunakan power supply untuk mengetahui terjadi kerusakan pada Hardware (HW) atau Software (SW).

- Pada HP yang terkena air, biasanya terjadi kerusakan pada aksesoris HPnya

2. Ponsel mati total karena IC UI. Pada kasus HP seperti ini maka dibutuhkan alat test yaitu power supply. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

- Hubungkan power supply pada ponsel, beri tegangan (volt) sebesar 3,6V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V)

- Pada saat ponsel dalam keadaan off, lihat jarum ampere pada power supply akan naik sebesar 100mA.

- Ponsel akan langsung hidup, LED menyala, VIBRA bergetar.

Penanganannya :
- Lepaskan IC UI, lalu hidupkan ponsel.
- Maka ada tampilan pada LCD ponsel “Insert SIM Card”.
- Pasang IC UI yang baru.
- Hidupkan ponsel, maka ponsel akan bekerja dengan baik.

3. Ponsel mati total karena IC CPU.

Untuk mengetahui apakah ponsel mati total karena IC CPU adalah sebagai berikut :

- Beri tegangan (volt) pada ponsel dengan menggunakan power supply sebesar 3,6 V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V).

- Pada saat ponsel belum dinyalakan, jarum ampere diam, tetapi apabila ponsel sudah dinyalakan maka jarum ampere akan naik 100mA.

Penanganannya :

- Apabila IC CPU masih dalam kondisi yang baik, maka kita hanya perlu memanasi IC CPU dengan menggunakan blower saja, tetapi apabila IC CPU rusak, maka kita perlu mengganti dengan IC CPU yang baru. Sebelum kita mengganti IC CPU kita terlebih dahulu harus mempunyai lem anti panas dan cairan penghancur lem anti panas, sebab IC CPU dilindungi oleh lem anti panas, setelah kita menghancurkan lem anti panas, baru kita bisa memanasi (blower) IC CPU untuk diganti yang baru. Demikian pula setelah kita mengganti IC CPU dengan yang baru maka kita perlu memberikan lagi lem anti panas untuk melindungi IC CPU yang baru kita ganti tersebut.

4. Ponsel mati total pada saat kita melakukan panggilan.

Untuk melakukan pengetesan kita gunakan power supply dengan cara :

- Hubungkan ponsel dengan power supply, beri tegangan (volt) sebesar 3,6 V (atau sesuai Hp-nya dengan toleransi 0,5 V) pada ponsel.

- Jarum ampere tidak akan bergerak pada saat ponsel masih dalam keadaan mati.

- Kita nyalakan ponsel lalu dipakai untuk melakukan panggilan, maka jarum ampere akan menunjukkan angka diatas 400mA.

Penanganannya :

- Ganti IC PA dengan yang baru, setelah itu lakukan pengetesan ulang seperti yang diatas, apabila dari hasil tes jarum ampere menunjukkan angka dibawah 400mA, maka ponsel sudah dalam keadaan baik

Kategori:doa doa islam
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.